Pengalaman Gaib Sebelum memakai nama Ki REKSO JIWO,ahli spiritualis solo,melakukan
berbagai ritual diberbagai tempat tempat keramat,slah satunya NDLEPIH
KAYANGAN,SITI HINGGIL KRATON KASUNANAN SOLO,KRATON PAJANG,LANGEN
HARJO,KRATON PAJANG,BAHKAN KELILING UMBUL DIDAERAH PENGGING BANYU DONO
Berbulan bulan menjalani RITUAL KUNGKUM,keliling dari umbul/sumber satu
ke sumber yang lain di wilayah pengging,banyu dono,boyolali.pada
akhirnya mendapatkan bisikan gaib untuk menetapkan laku pada satu
tempat,yaitu umbul Gumuling desa ngaruaru
Disanalah ritual kungkum dijalani secara khusuk selama 41hari tanpa
putus,walau hujan mengguyur tubuh,dingin,angin kencang tak menyurutkan
tekat.hari demi hari dijalani dengan tabah dan iklas
Entah hari yang keberapa sudah lupa,namun yang diingat waktu itu
hampir mendekati hari ke 41,tanpa mengenakan sehelai baju diucapkan MANTRA KUNGKUM
BISMILAH HIROHMAN NIROHIM
KANJENG NABI KILIR,KANJENG SUNAN KALIJOGO WENGAKNO LAWANGMU AKU AREP NGAMBAH LELADANMU
YO AKU SEJATINE MENUNGSO KANG TEGUH ING BANYU
NUT ING ALLOH,NUT ING ROSUL,NUT ING MUHAMMAD
CAHYO WES ONO SARIROKU
ALLAH ROSUL MUHAMMAD PILENGGAH SAK JRONING SARIROKU
Selanjutnya ki rekso jiwo turun keair dan duduk bersila,ritual kungkum pun berlanjut
entah berapa lama berdiam,tak terasa,disaat itupun suasana hening
heneng,tiba tiba tampak dua tangan meraih tubuh kemudian mengangkatnya
kedarat
lalu satu demi satu pakaian dikenakan ditubuh ki rekso
jiwo,jarik,beskap,hingga pakaian kebesaran raja komplit
dikenakan,kemudian mahkotapun dikenakan dikepalanya oleh sepasang tangan
tersebut
selanjutnya ada suara penuh wibawa berkata"Ngger jenengmu RATU ALIT"artinya,namamu ratu alit
Oleh sebab itu banyak masyarakat solo mengenal sosok ki rekso jiwo
adalah RATU ALIT,bertahun tahun pengalaman itu dicari cari makna
sebenarnya,dari berbagai ritual berat dijalani guna menemukan makna
serta JATI DIRI
dipuncak ritual segalanya menjadi jelas,sepasang tangan dan suara
itu adalah kanjeng bopo SUNAN KALI JOGO,guru spiritual mbah
buyut,sedangkan nama RATU ALIT diberikan karena sebagai tanda serta
bukti wisuda,karena sedari dalam kandungan,ki rekso jiwo dititipkan
kepada kanjeng bunda RATU KIDUL
karena besarnya tekat menjalani tirakat/prehatin/tapa brata,nama itu diberikan
Pengalaman gaib lain pada waktu kungkum
Pengalaman gaib spiritual ki rekso jiwo begitu banyak,karena proses
perjalanan laku yang lumayan berat dan memakan waktu lang lama dan
kontinyu,puasa,melek,mutih,ngebleng,kungkum,bahkan,ngendeng
salah satu pengalaman yang unikyang dialami beliau waktu menjalani
kungkum 41hari di SENDANG PANCURAN atau SENDANG KUNTI utara desa bekonang
sukoharjo
malam demi malam begitu mencekam,karena sebelum masuk lokasi melewati
pemakaman yang cukup terkenal diwilayah itu karena keangkerannya
Godaan demi godaan dari JIN silih berganti mewarnai hari hari
ritual kungkum ki rekso jiwo,dari gendruo/mahluk hitam tinggi
besar,berbulu lebat,bertaring dan mata memancar warna merah.wewe/kuntil
anak,wanita menyeramkan rambut acak acakan terurai,bertaring,serta cakar
yang panjang,bahkan sosok pocong yang mukanya leleh menjijikan mendekat
dan minta pangku,duduk di paha kireksojiwo sambil mukanya slalu
memperhatikan ki rekso jiwo
begitu besar godaan yang diterima,namun tak menyurutkan langkah
batin menuju sang pencita,pada hari ke 39,hadir sosok lelaki yang
memberi restu dan menunjukkkan tangan yang berlubang.sosokitu adalah
YESUS kristus,tuhannya umat nasrani,di berkata"apik,tutukno"sambil
tersenyum teduh.maksutnya,bagus lanjutkan
Sekian hari kirekso heran,dan berkata"aku orang islam kejawen,kok
yang menghampiriku YESUS,bukan yang lain"dipuncak keheranan ki rekso
baru tersadar akan rukun iman yang menyatakan wajib percaya adanya nabi
dan rosul yang diutus memberi pencerahan batin.
SUBHANALLOH
Ki Rekso jiwo terlahir memiliki bakat supranatural semenjak dalam kandungan,spiritual dari garis bapak maupun ibu,dari garis ibu eyang buyut dari tlatah boyolali dan pacitan yang kuat dalam spiritual dan agama sehingga disebut mbah kaji
dari garis bapak memiliki seorang eyang yang dipercaya memiliki kemampuan spiritual yang cukup mumpuni,sehingga setiap hari antri didatangi tamu dari berbagai daerah,namun sudah menjadi takdirnya meninggal tersambar petir dipematang sawah,saat gerimis.
Dari kecil memang sudah banyak keanehan yang terjadi namun hal tersebut dianggap hanya kebetulan,pada saat masih duduk dibangku sekolah dasar merupakan pembelajaran tentang alam dimana waktu itu tak ada RASA TAKUT akan binatang sekalipun itu berbisa,yang ada hanya penasaran
diawali dari keisengan bermain tanah,tak terduga ternyata didalam tanah yang dikorek korek terdapat laba laba yang memiliki bulu hitam yang lebat,didaerah menyebutnya binatang tersebut adalah katel.
bakat
Perasaan aneh dan penasaran akhirnya ditangkaplah LABA LABA tersebut,tanpa diduga katel mengigit jari,sungguh luar biasa sakitnya sampai seluruh sendi dipukul balok kayu,rasa sakit yang luar biasa membuat meringis menahan dan hendak melaporkan pada ibu,namun anehnya kurang lebih 20langkah rasa sakit hilang begitu saja
Kemudian saat bersama teman teman yang usil bermain dikebun,keusilan anak anak melempari sarang tawon sebesar kepala yang mengantung didahan pohon,secara REFLEK rekso jiwo kecil lari menunduk memegangi kepala dan tersengat lebah dijarinya.
setelah terasa aman diamati jarinya yang tersengat lebah,tak ada bengkak,yang ada hanya benjolan kecil putih menyerupai nanah,mungkin itulah racun dari lebah yang tidak bisa menyebar ketubuh,sehingga mengumpul menjadi benjolan kecil.
kemudian dicarinya jarum untuk membikin lubang agar racun lebah keluar
Selanjutnya pengalaman tersengat KALAJENGKING putih bersama adik,entah dari mana datangnya kalajengking tersebut,yang pasti saat itu adalah waktu mengajak adik yang masih balita naik sepeda,tau tau punggung terasa sakit disengat kalajengking dan sepontan mengibaskan tangan mengusir dan melempar sesuatu yang menyengat punggung,tanpa sengaja kalajengking terlempar mengenai tangan adik dan menyengatnya.
adikpun menangis sejadinya,dan disitulah awal dari pelajaran PENGOBATAN Bisa/racun secara outodidak.
mendengar adik menangis naluri timbul untuk meredakannya,secara spontan terucap"cup,tak obati dik,bismillah hirohman nirohim" tanpa ragu tangan yang disengat kalajengking dipegang dengantelapak tangan kemudian diusap.
sungguh ajaib,secara spontan adik diam dari tangisannya
Kejadian demi kejadian dengan binatang berbisa membuat Ki Rekso kecil tak ada rasa takut untuk menangkap dan bermain dengan ular,sehingga diantara teman teman nya banyak yang menyebutnya PAWANG ULAR.namun pertumbuhan pola pikir yang membuatnya berfikir,saat ada orang tua bercerita kisah tentang pawang ular yang mati tergigit ular.kata kata pawang ular matinya ya dipatok ular,selalu terngiang ditelinga dan angan.sehingga memutuskan untuk tidak bermain dengan binatang yang berbahaya.
saat ini dan kemarin mungkin tuhan melindungi,bila tiba sial trus bagai mana,lebih baik kemampuan ini digunakan untuk mengobati orang yang sakit dan terkena bisa BERACUN
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
1. Kejawen tentu saja tidak memiliki kitab suci sebagaimana layaknya
semua agama-agama yang ada. Karena Kejawen bukanlah agama melainkan
pandangan hidup yang sudah turun temurun ribuan tahun, melalui proses
asimilasi dan sinkretisme dengan nilai-nilai agama yang pernah ada di
bumi nusantara. Kitab Suci Kejawen adalah hidup itu sendiri. Hidup yang
meliputi jagad gumelar. Terdiri dari kehidupan sehari-hari, kesejati
di dalam diri, dan apa yang ada di dalam lingkungan alam sekitarnya.
Semua itu disebut sebagai kitab satra jendra. Cara membacanya bukan
dengan ucapan lisan, melainkan dengan perangkat ngelmu titen yang
berlangsung turun-temurun. Membaca kitab sastra jendra dengan
menggunakan ngelmu titen, indera yang digunakan adalah indera keenam atau indera batin atau INTUISI. Keberhasilannya ditentukan oleh
kemampuan seseorang dalam mengolah rahsa-pangrasa dan rasajati atau
rahsa sejati.
Kejawen
2. Di samping nilai-nilai kearifan local yang adiluhung,
Kejawen menjadikan nilai-nilai impor yang dinilai berkualitas sebagai
bahan baku yang dapat diramu dengan nilai kearifan local. Keuntungannya
justru terjadi proses penyempurnaan seperangkat nilai dalam pandangan
hidup Jawa atau Kejawen. Jika definisikan, mistik kejawen merupakan
hasil dari interaksi nilai-nilai kearifan local yang terjadi sejak
zaman kuno pada masa kebudayaan spiritual animisme, dinamisme, dan
monotesime hingga saat ini. Sikap terbuka, menghargai dan toleransi,
serta dasar spiritual cinta kasih sayang membuat Kejawen mudah menerima
anasir asing yang positif. Berbeda dengan nilai agama yang bersifat
statis, kaku atau saklek dan anti-perubahan, nilai-nilai dalam FALSAFAH HIDUP Jawa bersifat fleksibel dan selalu berusaha mengolah
nilai-nilai kebudayaan asing yang masuk ke nusantara misalnya Budha,
Hindu, Islam, Kristen, dan sebagainya. Yang terjadi bukanlah
kebangkrutan nilai-nilai falsafah Jawa itu sendiri, sebaliknya justru
mengalami penyempurnaan seiring perjalanan waktu. Hingga terdapat
anekdor, kalau nilai agama masuk sampai mendarah- daging, pandangan
hidup Jawa bahkan mbalung-sungsum sehingga tidak pernah lapuk dan
selalu eksis. Tidak hanya pada usia tua, bahkan masyarakat usia muda
banyak pula yang diam-diam menghayati dan mengakui fleksibilitas dan
kedalaman falsafah Kejawen. Seperti kekuatan misterius, terkadang
semangat penghayatan dirasakan tiba-tiba muncul dengan sendirinya
seperti PANGGILAN JIWA.
3. Ritual, yang dilakukan oleh penghayat
falsafah hidup Jawa. Walaupun latar belakang keagamaan masyarakat Jawa
berbeda-beda, namun memiliki unsur kesamaan dalam tata laksana ritual
Jawaisme. Bedanya hanyalah pada bahasa yang digunakan dalam doa atau
mantra. Namun HAKEKAT dari ritual adalah sama saja yakni bertujuan
untuk selamatan. Selamatan adalah tata laku untuk memohon keselamatan
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai upaya mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Suci. Maka dalam ritual banyak terdapat ubo rampe,
atau syarat-syarat SESAJI, di dalamnya banyak sekali mengandung maksud
permohonan doa kepada Tuhan YME. Misalnya pada saat bulan Ruwah
merupakan bulan arwah dilaksanakan acara selamatan nyadran. Bulan ruwah
tepatnya satu bulan menjelang bulan puasa, hendaknya orang memuliakan
para arwah leluhurnya, mendoakannya agar mendapat tempat yang mulia,
luhur, dan suci. Dibuatlah ketan, kolak dan kue apem, berarti sedaya
kalepatan nyuwun pangapunten. Mohon ampunan atas segala kesalahan
semasa hidup. Apem berarti affuwwun, adalah lambang permohonan ampunan
kepada Tuhan. Dilanjutkan acara nyekar atau ziarah dan gotong royong
bersih-bersih serta merawat makam para leluhurnya sebagai wujud
tindakan nyata rasa berbakti dan memuliakan pepundennya yakni para
leluhurnya. Karena bagi masyarakat mistik Jawa, berbakti kepada orang
tua, dilakukan tidak saja selama masih hidup, namun saat sudah
meninggal dunia pun anak turun tetap harus berbakti padanya.sebagai lambang asal usul. Tidak
ketinggalan pula acara bersih desa, sungai, hutan, sawah, ladang,
sebagai bentuk kesadaran diri untuk selalu menghargai alam semesta
sebagai anugrah terindah Tuhan yang Maha Pemurah.
4. Istilah ritual
seringkali diartikan secara kurang proporsional, dianggap hanya
sekedar menjadi basa-basi tradisi yang irasional. Kadang malah
dianggap pula sebagai kegiatan buang-buang waktu, beaya dan tenaga
alias mubazir. Secara ekstrim ritual dikonotasikan sebagai kegiatan
yang melenceng dari kaidah atau norma agama. Tuduhan itu sangat
menyakitkan, karena tentunya hanya terucap oleh orang-orang yang tidak
mampu memahami apa makna yang sesungguhnya dari mistik dan ritual.
Padahal, ritual adalah tata laku yang melekat tidak bisa dipisahkan
dari setiap agama, ajaran, tradisi dan budaya manapun di dunia ini.
Dalam Budhisme dan Hinduisme, Islam, Yahudi, Nasrani, Kong Huchu,
Sakura, dan lain-lain, banyak sekali terdapat berbagai ritual
keagamaan. Mulai dari peringatan hari besar keagamaan hingga berbentuk
tradisi agama. Bahkan masyarakat modern, tradisi Barat, masyarakat
akademik, masyakarat medik, semua memiliki ritual-rutual khusus yang
dutujukan untuk meraih kesuksesan termasuk keselamatan. Dalam
masyarakat Jawa ritual selamatan atau slametan menjadi main stream
penghayatan perilaku MISTIK KEJAWEN. Di dalamnya terdapat simbol-simbol
atau perlambang berupa sesaji, mantera, ubo rampe, syarat-syarat
tertentu. Semua ubo rampe sesaji mengandung makna yang dalam. Adalah
keliru besar mengartikan makna sesaji sebagai pakan setan. Bagi
masyarakat Jawa sangat mengenal bahwa setan atau makhluk halus bukan
untuk diberi makan, tetapi harus diperlakukan secara adil dan bijaksana
karena disadari bahwa mereka semua adalah makhluk ciptaan Tuhan juga.
Manusia lantas tidak boleh bersikap negatif dan destruktif dengan
mentang-mentang, semena-mena, takabur, arogan atau sombong kepada MAHLUK HALUS. Karena sikap negatif itu hanya akan membuat manusia
jatuh pada derajat yang hina. Itulah keluhuran pandangan hidup manusia
yang sering dituduh sebagai masyarakat engan kesadaran primitif dan
tidak masuk akal.
Kejawen
5. Sesaji merupakan bahasa yang digunakan sebagai
alat komunikasi baik secara vertikal maupun horisontal. Karena dasar
dari mistik adalah tindakan nyata, sebagai konsekuensinya harus
menghindari tabiat buruk tong kososng berbunyi nyaring, atau banyak
mulut doang, tetapi enggan menghayati dalam perbuatan sehari-hari. Maka
dalam berdoa pun tidak cukup diucapkan melalui mulut. Rasanya kurang
afdhol atau kurang besar tekadnya dalam berdoa apabila tidak
diwujudkan dalam berbagai simbol yang terdapat dalam sesaji. Misalnya;
doa yang beragam hendaknya dilakukan secara tulus, suci, hati yang
putih bersih tidak terpolusi nafsu duniawi, dan ditujukan hanya kepada
Hyang Widhi atau Tuhan Yang Mahatunggal. Maka hal itu diwujudkan
dalam bentuk tumpeng nasi putih berbentuk kerucut, besar di bawah,
runcing di bagian atas. Bubur merah dan bubur putih dalam bancakan
weton sebagai lambang ibu dan bapa. Hendaknya anak selalu ingat pada
pengorbanan orang tua sejak ia di dalam kandungan ibu, lalu dilahirkan
dan diasuh hingga dewasa dan mandiri. Bubur merah silang bubur putih,
merupakan gambaran hubungan ibu dengan bapa diikat dengan tali cinta
kasih yang tulus, sampai membuahkan anak sebagai anugrah buah cinta,
dilambangkan dalam bubur baro-baro, yakni bubur putih ditumpangi
parutan kelapa dan gula merah. Masih banyak lagi contoh yang dapat
kita pelajari satu persatu maknanya secara esensial.Ilmu Kesaktian
SejatiKesimpulan dari semua itu, Kejawen merupakan ilmu metafisika
yang transenden dan bersifat terapan. Perilaku mistik merupakan upaya
yang ditempuh manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
Mendekatkan diri, atau upaya manunggal jati diri dengan kehendak Tuhan
(sumarah). Sikap sumarah merupakan wujud dari sikap manembah kepada
Tuhan YME. Sikap manembah inilah yang menjadi pedoman utama dalam
menghayati mistik Kejawen. Muara dari perjalanan spiritual pelaku
mistik Kejawen, tidak lain untuk menemukan lautan rahmat Tuhan, berupa
manunggaling kawula kalawan Gusti, atau sifat roroning atunggil (dwi
tunggal). Eneng ening untuk masuk ke alam sunya ruri. Meraih nibbana
menggapai nirvana, jalan wushul menuju wahdatul wujud. Dengan
pencapaian pamoring kawula-Gusti, akan menciptakan ketenangan batin
sekalipun menghadapai situasi dan kondisi yang sangat gawat. Karena
antara manusia sebagai mahluk dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta
terjadi titik temu yang HARMONIS. Batin manusia selalu tersambung
dengan getaran energi Tuhan, menjadi dasar atas segala tindakan yang
dilakukannya. Atau disitilahkan sebagai sesotya manjing embanan, ing
batin amengku lair. Sesotya adalah ungkapan yang mengandikan Tuhan
bagaikan permata yang tiada taranya. Permata yang menyatu ke dalam
embanan. Embanan sebagai ungkapan dari jasad manusia. Tuhan yang
bersemayam di dalam batin (immanen), melimputi seluruh yang ada being
di dunia ini. Jika manusia berhasil manembah, otomatis ia akan menjadi
manusia yang sekti mandraguna. Kesaktian sejati, bukan berasal dari
usaha yang instan hanya dengan rapal wirid semalam suntuk, atau
membeli dengan mahar. Namun kesaktian itu diperoleh seseorang apabila
berhasil menghayati sesotya manjing embanan, ing batin amengku lair.
Seseorang selalu manembah dalam setiap perbuatannya. Cirikhas orang
yang kesaktiannya berkat manembah (kesaktian sejati/ilmu putih)
apabila perilaku dan perbuatan sehari-harinya selalu sinergis dengan
sifating Gusti; Welas tanpa alis (kebaikan tanpa pamrih
jasad/nafsu/duniawi), tidak menyakiti hati, tidak mencelakai, dan
merugikan orang lain. Dilakukan dalam kurun waktu lama, tidak
angin-anginan atau plin-plan, dilakukan secara konsisten, teguh, dan
penuh ketulusan serta kasih sayang tanpa pilih kasih
MENJADI LEBIH BAIK,PEDOMAN LUHUR DISATUKAN DENGAN AGAMA,SEHINGGA TIDAK TERJADI PERSIMPANGAN.
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
SESAJI DAN SIHIR menurut wejangan Rekso jiwo Sesaji untuk upacara adat maupun keagamaan merupakan simbol penyatuan diri dengan alam serta tuhan. kesadaran tinggi dengan mempersembahkan apa yang dimiliki kepeda tuhan,berbagai bentuk ungkapan syukur, tumbuhan,buah,bahkan hewan air tawar digunakan,otomatis akan timbul kesadaran untuk mengusahakan dan menjaga alam semesta Namun banyak yang tidak menyadari bahwa simbol sesaji yang beraneka ragam ini
merupakan ajaran keselarasan atau keseimbangan,antara manusianya dengan
manusia,manusia dengan alam, dan manusia dengan tuhan. karena sudah
menjadi tradisi turun temurun akhirnya dipaksakan mengunakannya tanpa
memahami maknanya padahal kondisinya dalam kesusahan tuhan tidak menyukai hal yang berlebihan,terkecuali karena kefahaman dan keiklasan manusia itu sendiri.
contoh salah satu makna sesaji : wewangian,bunga menyan atau dupa:dudu opo opo ning iso gawe opo opo mergane gandane kang biso gawe khusuke doa ( bukan apa apa tapi bisa buat apa apa karena wanginya membuat khusuknya doa) kelapa cengkir (kencenge pikir) tebu (antepe kalbu)atau kemantapan hati daun kelapa/janur (sejatine nur gusti allah),dll sebenarnya semua mempunyai makna mendalam dan baik
sesaji dan sihir
BAU KEMENYAN DISUKAI NABI
Sering kali kita jumpai pembakaran kemenyan di tempat-tempat tertentu
(misalnya makam para wali). Dan juga sering dijumpai pada acara-acara
tertentu (seperti doa sedekah bumi) yang dilakukan secara islami dengan
menggunakan BAHASA ARAB.Bagi sebagian warga bau kemenyan dharum ruangan, dan
ada pula yang merasa terganggu dengan bau kemenyan. Bagaimanakah
sebenarnya hukum menggunkan kemenyan? Baik dalam kehidupan sosial
bermasyarakat maupun dalam urusan beribadah?
Mengharumkan
ruangan dengan membakar kemenyan, dupa, mustiki, setinggi kayu gaharu
yang mampu membawa ketenangan suasana adalah suatu hal yang baik. Karena
hal ini itba’ dengan Rasulullah saw. beliau sendiri sangat menyukai
wangi-wangian, baik minyak wangi, bunga-bungaan ataupun pembakaran dupa.
Hal ini turun temurun diwariskan oleh beliau kepada sahabat dan
tabi’in. Hingga sekarang banyak sekali penjual minyak wangi dan juga
kayu gaharu, serta dupa-dupaan di sekitar MASJIDIL NABAWI dan Masjidil
Haram.
Beberapa hadits menerangkan tindakan sahabat yang
menunjukkan kegemaran mereka terhadap wangi-wangian hal ini ditunjukkan
dengan hadits:
اذا جمرتم الميت فأوتروا Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka ganjilkanlah (HR. Ibnu Hibban dan Alhakim)
Addailami juga menerangkan
جمروا كفن الميت
Artinya: Ukuplah olehmu kafan maayit
Dan Ahmad juga meriwayatkan:
اذا اجمرتم الميت فاجمرواه ثلاثا
Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka ukuplah tiga kali
Bahkan beberapa sahabat berwasiat agar kain kafan mereka diukup
أوصى أبوسعيد وابن عمر وابن عباس رضي الله عنهم ان تجمر اكفنهم بالعود
Artinya: Abu Said, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas ra. Berwasiat agar kain-kain kafan mereka diukup dengan kayu gaharu
Bahkan Rasulullah saw. pernah bersabda
جنبوا مساجدكم صبيانكم وخصومتكم وحدودكم وشراءكم وبيعكم جمروها يوم جمعكم واجعلوا على ابوابها مطاهركم (رواه الطبرانى)
Artinya; Jauhkanlah masjid-masjid kamu dari anak-anak kamu, dari
pertengkaran kamu, pendarahan kamu dan jual beli kamu. Ukuplah
masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada
pintu-pintunya itu alat-alat bersuci. (HR. Al-Thabrani).
Hadits-hadits di atas sebenarnya menunjukkan betapa wangi-wangian adalah
sesuatu yang telah mentradisi di zaman Rasulullah saw dan juga para
sahabat. Hanya saja media wangi-wangian itu bergeser bersamaan dengan
perkembangan zaman dan teknlogi. Sehingga saat ini kita merasa aneh
dengan wangi kemenyan dan dupa. Padahal keduanya merupakan pengharum
ruangan andalan pada masanya.
Di satu sisi persinggungan dengan
dunia pasar yang semakin bebas menyebabkan selera ‘wangi’ jadi
bergeser. Yang harum dan yang wangi kini seolah hanya terdapat dalam
parfum, bay fress dan fress room. Sedangkan bau kemenyan dan dupa malah
diidentikkan dengan dunia klenik dan perdukunan.
Sihir merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama,tapi taukah sebenarnya sihir itu?
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada
dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang
keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum
mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat
menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu
(ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun
kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi
mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat(al-baqarah.102)
DEFINISI SIHIR terdapat dalam saurat albaqoroh 102,yaitu mudharat dan tidak memberi manfaat.
MUDHARAT berarti membahayakan dan merugikan,sebagai contoh dapat
menceraikan antara suami istri,dan ini merupakan salah satu dasar ilmu
santet/tenung/teluh yang dapat melukai hati,melukai fisik bahkan membuat
yang terkena meninggal dunia dan tenung/teluh/teluh tidak akan dapat membahayakan dan merugikan kalau bukan kehendak ALLAH swt.
Marilah mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga kita terhindar dari godaan dan gangguan SANTET atau teluh maupun tenung
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Perjalanan Laku Ki Rekso jiwo saat menjalani ngedan selama 45 hari,banyak yang menghina melihat keadaan seperti orang gila yang memakai baju kotor compang camping,rambut mengimbal karena telah lama tak dikeramasi,bahkan teman ataupun tetangga tak menyadari bahwa edan yang dilakukan adalah laku yang dijalani,karena memang tidak banyak orang yang diberi tahu niatnya dalam laku ngedan tersebut
Perjalanan Laku spiritual yang menempa manusia menjadi semakin
kuat jiwanya.proses merasakan hidup dari berbagai sudut pandang
berbeda,langsung merasakan bukan hanya VISUALISASI PIKIRAN,totalitas
dalam segalanya yang menyebabkan berhasilnya cita cita dan
keinginan,disitulah letak energi yang luar biasa,yang dapat
diaplikasikan untuk segala keperluan manusia.
Perjalanan jiwa raga lahir batin selama empat puluh lima hari tanpa bekal tanpa baju ganti,
belajar IKLAS menjalani hidup tanpa beban,
bersahabat dengan keterbatasan yang membuat hidup bebas lepas tanpa batasan,
tersenyum manis diantara tatapan sinis
tertawa disaat hinaan menggema
menari diiringi nyanyian caci maki
solo,klaten,jogja,kulon
progo,purworejo,wonosobo,temanggung,kendal,waleri,batang,pekalongan,tegal,brebes,cirebon
mengawali perjalanan
cirebon,brebes,tegal,pekalongan,batang,waleri,semarang,demak,kudus,pati,rembang,lasem,tuban,lamongan,gresikn,surabaya,jembatan
sura madu perjalanan ujung timur
kembali kebarat surabaya,sidoarjo,mojokerto,jombang,nganjuk,madiun,ponorogo,pacitan,wonogiri,sukoharjo,solo
Bukan hanya itu saja untuk memperoleh kemampuan spiritual para spiritualis diharuskan untuk menjalani laku 3 JENIS LAKU yaitu hanya minum selama sepuluh hari yang menyimbolkan manusia di ALAM KANDUNGAN selama 9 bulan 10 hari yang hanya makan sari sari makanan dari ibunya yang berwujut cair
yang kedua adalah ngedan selama 45 hari yang bila digabungkan 4dan 5 menunjukan angka 9 yang berarti sempurna,laku ngedan ini menjadi simbol bahwa manusia harus menjalani kehidupan selayaknya orang gila atau fokus,pepatah jawa mengatakan jamane jaman edan yen ra ngedan ra keduman/jamannya jaman edan kalau tidak ngedan/fokus tidak kebagian
yang ketiga adalah pati geni yang menyimbolkan ALAM KEMATIAN,sehingga manusia nantinya mampu melangkah dialam kematian atau kembali kepada sang pencipta
itulah ajaran laku KEJAWEN yang rinci sehingga manusia menjadi manusia sempurna pada kodratnya,hidup,lahir dan mati
secara detail laku hidup manusia diatur secara rinci sebagai perjalanan hidup yang harus dilalui dengan kedisiplinan diri untuk mencapai pribadi yang sempurna dalam iman dan taqwa kepada sang maha pencipta dan kesadaran tinggi kepada manusia dan alam sekitar ciptaanNya
Warok Ponorogo Menurut kisah cerita Ki Rekso Jiwo merupakan anak didik atau murid Ki ageng Kutu yang mana diajarkan ilmu kanuragan,kekebalan dan kasampurnan dan hendak memberontak pada majapahit,yang mana raja majapahit yang sikapnya seperti singa barong atau raja hutan yang kejam menindas rakyat namun mudah diatur atau kalah oleh permaisurinya yang disimbulkan dengan burung merak yang cantik menarik,
Karena menyadari bahwa pasukan atau muridnya kalah jauh dengan pasukan kerajaan majapahit sehingga Ki Ageng kutu mendapat ilham untuk menyusun kekuatan dan berpolitik dengan kesenian reog yang mana menunjukan sifat raja dan ratu yang digambarkan dalam dadak merak.
Sindiran tersebut mengena hingga perguruan Ki Ageng Kutu diserang dan akhirnya meninggalkan perguruan,namun tetap berlatih secara sembunyi sembunyi,melihat kondisi tersebut,Raden patah atau raja demak bintoro mengutus adiknya lembu kanigoro atau Bathoro katong untuk menyebarkan ajaran islam diPonorogo,agar Ponorogo menjadi aman damai seperti sedia kala karena ajaran Ki Ageng Kutu yang penuh emosi,walaupun sesungguhnya ajaran beliau baik namun karena emosi dalam mengajarkannya kepada murid muridnya sehingga banyak ajaran yang disalah artikan
Warok Ponorogo
Pada saat memulai mengajarkan agama islam disana sering kali berurusan dengan murid bahkan Ki Ageng Kutu,sehingga terjadi pertarungan yang hebat karena keduanya memiliki ilmu kesaktian yang luar biasa,sehingga seimbang setiap kali bertarung.
namun putri Ki ageng kutu menyukai ajaran Bathoro karang yang menyejukan kalbu,sehingga menjadi muridnya dan jatuh cinta kepadanya,karena niatan baik ayahnya untuk mengembalikan kejayaan maja pahit dikotori oleh anak buahnya,sehingga lebih menyukai ajaran yang lurus bathoro katong sehingga dimanfaatkan untuk mengetahui pusaka andalan Ki ageng Kutu dan jika bisa mengambilkannya akan dijadikan permaisuri,dan akhirnya pusaka kyai koro welang berpindah tangan ke Bathoro karang yang mana Ki ageng kutu dapat dikalahkan dan hilang entah dimana
Karena rakyat Ponorogo masa itu sangat mempercayai dewa dewa maka Lembu kanigoro mengaku sebagai dewa atau Bathoro,dan mengatakan Ki ageng kutu telah muksa dan kekuasaan didaerah ini diberikan padanya dan putri Ki Ageng kutu yang bernama Niken gandini diperistri dan menjadi permaisuri.
selanjutnya Bathoro katong menjadi Adipati Ponorogo yang pertama,ajaran ajaran yang salah diluruskan dan kesenian reog ponorogo dihilangkan dari nilai nilai pemberontakan,dan dengan ajaran islam mengajarkan menjadi warok ponorogo yang benar,karena dalam kata warok maupun ponorogo memiliki filosofi yang mendalam untuk mengenal jati diri yang akhirnya mengenal tuhan,karena ada hadis yang mengatakan kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal tuhanmu
Dan banyak pesantren yang mengajarkan tentang agama islam dan menyebar hingga daerah Pacitan
Warok ponorogo
Warok Ponorogo berasal dari kata WAsilahe Roso Kun soko PONO ing ROGO yang berarti jalan rasa ketuhanan karena tahu dan faham akan raga secara menyeluruh,sehingga warok merupakan julukan atau sebutan seseorang yang mumpuni secara lahir batin dalam mengembleng ilmu sejati manunggaling kawula gusti
secara otomatis memiliki kelebihan ilmu kesaktian yang mumpuni,karena secara fisik dan energi supranatural atau gaib terlatih luar dalam
dan hingga saat ini baik kesenian reog maupun warok ponorogo masih diakui kehebatannya yang menjadi warisan budaya dan spiritual supranatural dari jawa timur
Dan hingga saat ini untuk menjadi warok atau kesenian reog tentunya harus belajar sampai kenegri asal reog dan warok itu sendiri yaitu ponorogo,sehingga pakem dalam kesenian dan budaya sesuai aslinya yang telah diluruskan oleh Adipati bathoro katong,sebagai menantu maupun ipar dari warok Suro manggolo
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo
Alas Donoloyo dan seluk beluknya menurut Ki Rekso Jiwo,terletak didaerah slogohimo wilayah kabupaten wonogiri yang sampai saat ini masih dikenal angker dan penuh dengan kekuatan mistis.banyak sekali pohon jati yang usianya ratusan tahun terlihat dari ukurannya yang sangat besar.
Kayu jati yang hanya diperuntukan untuk pembangunan Kraton kasunanan surakarta,dan tidak sembarangan orang bisa menebang pohon di Alas Donoloyo,karena keangkeran dan keramatnya hutan jati tersebut,ada yang menceritakan bahwa rumah yang secara sengaja maupun tidak terdapat kayu jati dari Alas Donoloyo,rumahnya menjadi angker,penghuninya akan sering ditemui mahluk halus bahkan kondisi rumah akan menjadi panas,sehingga rumah tangga berantakan dan mengalami sakit sakitan
Alas donoloyo
Sangking angkernya Alas Donoloyo,setiap pohon jati dihuni mahluk gaib dan sebagai penanda diberi nama nama sesuai dengan khodam gaib yang menunggu pohon jati tersebut
sehingga sebelum kraton solo membutuhkan kayu dari hutan ini dilakukan semedi untuk memperoleh petunjuk agar energi atau khodam gaib yang menunggu pohon jati tersebut nantinya sesuai dengan fungsi bangunan yang dibutuhkan.
sehingga efek positif dikraton kasunanan surakarta semakin baik dan tidak ada efek negatif yang menganggu pembangunan atau pemugaran bangunan kraton
Memang orang jawa tidak gegabah dalam mengambil sikap atau melangkah apalagi berurusan dengan khodam gaib yang terkenal kuat,karena donoloyo berasal dari kata dono yang artinya harta dan loyo adalah mati,bisa diartikan harta orang mati atau harta yang jika tidak berhati hati bisa berakibat kematian karena khodam gaib yang menghuni tidak terima,menurut cerita alas donoloyo merupakan warisan jaman majapahit atau bahkan jauh sebelumnya,yang mana jaman dahulu pulau jawa sebelah selatan adalah hutan belantara,sehingga wilayah jawa selatan banyak ditemukan fosil kayu jati yang besar besar
Pernah yang mencoba mengambil batang kayu Alas Donoloyo setelah diupacarai dan ditebang oleh pihak Kraton,berharap bisa digunakan sebagai tongkat nantinya,namun setelah dimasukkan dalam mobil,mobil tidak bisa distarter atau dijalankan hingga berjam jam,dicek mesin maupun aki normal namun tidak dapat dinyalakan mesinnya,hingga ada abdi dalem yang mengingatkan apakah didalam mobil ada kayu atau ranting kecil dari kayu jati dari Alas Donoloyo ini.dengan malu akhirnya kayu yang hendak dibawa pulang dan diukir sebagai tongkat tidak jadi dibawa pulang dan dikembalikan keluar,kemudian mobil dapat dinyalakan mesinnya dan pulang dengan selamat
Alas Donoloyo
Memang susah dilogika jika hanya kayu saja membuat mobil tidak dapat berjalan,namun begitulah adanya,bahwa khodam gaib itu ada dan memiliki aturan sendiri yang jika dilanggar akan berdampak tidak baik bahkan mampu mencelakakan orang yang melanggarnya
Ditengah hutan atau Alas donoloyo terdapat punden atau pedanyangan yang letaknya dipinggir sungai,yang konon cerita jika kraton Kasunanan solo membutuhkan bahan kayu dari alas donoloyo ini hanya dihanyutkan disungai ini dan secara ajaib dapat sampai dibengawan solo dekat dengan lokasi Kraton,
menurut cerita orang orang tua jika kayu donoloyo hanyut dan minggir disuatu tempat akan dikelilingi batu batu yang merupakan tanda bahwa kayu jati dari Alas donoloyo dikawal atau diantarkan gaib dan dipagari oleh batu agar tidak diambil oleh orang yang tidak berkepentingan dan masyarakat mengetahuinya dan tidak mengambilnya,karena memiliki efek yang berbahaya