Selasa, 24 Juni 2014

Pengalaman Gaib

Pengalaman Gaib Sebelum memakai nama Ki REKSO JIWO,ahli spiritualis solo,melakukan berbagai ritual diberbagai tempat tempat keramat,slah satunya NDLEPIH KAYANGAN,SITI HINGGIL KRATON KASUNANAN SOLO,KRATON PAJANG,LANGEN HARJO,KRATON PAJANG,BAHKAN KELILING UMBUL DIDAERAH PENGGING BANYU DONO

 Berbulan bulan menjalani RITUAL KUNGKUM,keliling dari umbul/sumber satu ke sumber yang lain di wilayah pengging,banyu dono,boyolali.pada akhirnya mendapatkan bisikan gaib untuk menetapkan laku pada satu tempat,yaitu umbul Gumuling desa ngaruaru
     Disanalah ritual kungkum dijalani secara khusuk selama 41hari tanpa putus,walau hujan mengguyur tubuh,dingin,angin kencang tak menyurutkan tekat.hari demi hari dijalani dengan tabah dan iklas
     Entah hari yang keberapa sudah lupa,namun yang diingat waktu itu hampir mendekati hari ke 41,tanpa mengenakan sehelai baju diucapkan  MANTRA KUNGKUM


        
 BISMILAH HIROHMAN NIROHIM
KANJENG NABI KILIR,KANJENG SUNAN KALIJOGO WENGAKNO LAWANGMU AKU AREP NGAMBAH LELADANMU
YO AKU SEJATINE MENUNGSO KANG TEGUH ING BANYU
NUT ING ALLOH,NUT ING ROSUL,NUT ING MUHAMMAD
CAHYO WES ONO SARIROKU
ALLAH ROSUL MUHAMMAD PILENGGAH SAK JRONING SARIROKU

    Selanjutnya ki rekso jiwo turun keair dan duduk bersila,ritual kungkum pun berlanjut
entah berapa lama berdiam,tak terasa,disaat itupun suasana hening heneng,tiba tiba tampak dua tangan meraih tubuh kemudian mengangkatnya kedarat
     lalu satu demi satu pakaian dikenakan ditubuh ki rekso jiwo,jarik,beskap,hingga pakaian kebesaran raja komplit dikenakan,kemudian mahkotapun dikenakan dikepalanya oleh sepasang tangan tersebut
selanjutnya ada suara penuh wibawa berkata"Ngger jenengmu RATU ALIT"artinya,namamu ratu alit
     Oleh sebab itu banyak masyarakat solo mengenal sosok ki rekso jiwo adalah RATU ALIT,bertahun tahun pengalaman itu dicari cari makna sebenarnya,dari berbagai ritual berat dijalani guna menemukan makna serta JATI DIRI
     dipuncak ritual segalanya menjadi jelas,sepasang tangan dan suara itu adalah kanjeng bopo SUNAN KALI JOGO,guru spiritual mbah buyut,sedangkan nama RATU ALIT diberikan karena sebagai tanda serta bukti wisuda,karena sedari dalam kandungan,ki rekso jiwo dititipkan kepada kanjeng bunda RATU KIDUL
karena besarnya tekat menjalani tirakat/prehatin/tapa brata,nama itu diberikan

Pengalaman gaib lain pada waktu kungkum


Pengalaman  gaib spiritual ki rekso jiwo begitu banyak,karena proses perjalanan laku yang lumayan berat dan memakan waktu lang lama dan kontinyu,puasa,melek,mutih,ngebleng,kungkum,bahkan,ngendeng
salah satu pengalaman yang unikyang dialami beliau waktu menjalani kungkum 41hari di SENDANG PANCURAN atau SENDANG KUNTI utara desa bekonang sukoharjo
malam demi malam begitu mencekam,karena sebelum masuk lokasi melewati pemakaman yang cukup terkenal diwilayah itu karena keangkerannya
     Godaan demi godaan dari JIN silih berganti mewarnai hari hari ritual kungkum ki rekso jiwo,dari gendruo/mahluk hitam tinggi besar,berbulu lebat,bertaring dan mata memancar warna merah.wewe/kuntil anak,wanita menyeramkan rambut acak acakan terurai,bertaring,serta cakar yang panjang,bahkan sosok pocong yang mukanya leleh menjijikan mendekat dan minta pangku,duduk di paha kireksojiwo sambil mukanya slalu memperhatikan ki rekso jiwo
    begitu besar godaan yang diterima,namun tak menyurutkan langkah batin menuju sang pencita,pada hari ke 39,hadir sosok lelaki  yang memberi restu dan menunjukkkan tangan yang berlubang.sosokitu adalah YESUS kristus,tuhannya umat nasrani,di berkata"apik,tutukno"sambil tersenyum teduh.maksutnya,bagus lanjutkan
 Sekian hari kirekso heran,dan berkata"aku orang islam kejawen,kok yang menghampiriku YESUS,bukan yang lain"dipuncak keheranan ki rekso baru tersadar akan rukun iman yang menyatakan wajib percaya adanya nabi dan rosul yang diutus memberi pencerahan batin.
SUBHANALLOH

nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo

Kamis, 06 Maret 2014

Bakat Alamiah

Ki Rekso jiwo terlahir memiliki bakat supranatural semenjak dalam kandungan,spiritual dari garis bapak maupun ibu,dari garis ibu eyang buyut dari tlatah boyolali dan pacitan yang kuat dalam spiritual dan agama sehingga disebut mbah kaji
dari garis bapak memiliki seorang eyang yang dipercaya memiliki kemampuan spiritual yang cukup mumpuni,sehingga setiap hari antri didatangi tamu dari berbagai daerah,namun sudah menjadi takdirnya meninggal tersambar petir dipematang sawah,saat gerimis.

     Dari kecil memang sudah banyak keanehan yang terjadi namun hal tersebut dianggap hanya kebetulan,pada saat masih duduk dibangku sekolah dasar merupakan pembelajaran tentang alam dimana waktu itu tak ada RASA TAKUT akan binatang sekalipun itu berbisa,yang ada hanya penasaran
diawali dari keisengan bermain tanah,tak terduga ternyata didalam tanah yang dikorek korek terdapat laba laba yang memiliki bulu hitam yang lebat,didaerah menyebutnya binatang tersebut adalah katel.
bakat

     Perasaan aneh dan penasaran akhirnya ditangkaplah LABA LABA tersebut,tanpa diduga katel mengigit jari,sungguh luar biasa sakitnya sampai seluruh sendi dipukul balok kayu,rasa sakit yang luar biasa membuat meringis menahan dan hendak melaporkan pada ibu,namun anehnya kurang lebih 20langkah rasa sakit hilang begitu saja

Kemudian saat bersama teman teman yang usil bermain dikebun,keusilan anak anak melempari sarang tawon sebesar kepala yang mengantung didahan pohon,secara REFLEK rekso jiwo kecil lari menunduk memegangi kepala dan tersengat lebah dijarinya.
setelah terasa aman diamati jarinya yang tersengat lebah,tak ada bengkak,yang ada hanya benjolan kecil putih menyerupai nanah,mungkin itulah racun dari lebah yang tidak bisa menyebar ketubuh,sehingga mengumpul menjadi benjolan kecil.
kemudian dicarinya jarum untuk membikin lubang agar racun lebah keluar

     Selanjutnya pengalaman tersengat KALAJENGKING putih bersama adik,entah dari mana datangnya kalajengking tersebut,yang pasti saat itu adalah waktu mengajak adik yang masih balita naik sepeda,tau tau punggung terasa sakit disengat kalajengking dan sepontan mengibaskan tangan mengusir dan melempar sesuatu yang menyengat punggung,tanpa sengaja kalajengking terlempar mengenai tangan adik dan menyengatnya.

adikpun menangis sejadinya,dan disitulah awal dari pelajaran PENGOBATAN Bisa/racun secara outodidak.
mendengar adik menangis naluri timbul untuk meredakannya,secara spontan terucap"cup,tak obati dik,bismillah hirohman nirohim" tanpa ragu tangan yang disengat kalajengking dipegang dengantelapak tangan kemudian diusap.
sungguh ajaib,secara spontan adik diam dari tangisannya

     Kejadian demi kejadian dengan binatang berbisa membuat Ki Rekso kecil tak ada rasa takut untuk menangkap dan bermain dengan ular,sehingga diantara teman teman nya banyak yang menyebutnya PAWANG ULAR.namun pertumbuhan pola pikir yang membuatnya berfikir,saat ada orang tua bercerita kisah tentang pawang ular yang mati tergigit ular.kata kata pawang ular matinya ya dipatok ular,selalu terngiang ditelinga dan angan.sehingga memutuskan untuk tidak bermain dengan binatang yang berbahaya.
saat ini dan kemarin mungkin tuhan melindungi,bila tiba sial trus bagai mana,lebih baik kemampuan ini digunakan untuk mengobati orang yang sakit dan terkena bisa BERACUN
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo


KEJAWEN menurut Ki rekso Jiwo

kejawen dapat dijabarkan sebagai berikut

1. Kejawen tentu saja tidak memiliki kitab suci sebagaimana layaknya semua agama-agama yang ada. Karena Kejawen bukanlah agama melainkan pandangan hidup yang sudah turun temurun ribuan tahun, melalui proses asimilasi dan sinkretisme dengan nilai-nilai agama yang pernah ada di bumi nusantara. Kitab Suci Kejawen adalah hidup itu sendiri. Hidup yang meliputi jagad gumelar. Terdiri dari kehidupan sehari-hari, kesejati di dalam diri, dan apa yang ada di dalam lingkungan alam sekitarnya. Semua itu disebut sebagai kitab satra jendra. Cara membacanya bukan dengan ucapan lisan, melainkan dengan perangkat ngelmu titen yang berlangsung turun-temurun. Membaca kitab sastra jendra dengan menggunakan ngelmu titen, indera yang digunakan adalah indera keenam atau indera batin atau INTUISI. Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengolah rahsa-pangrasa dan rasajati atau rahsa sejati.
Kejawen
Kejawen

2. Di samping nilai-nilai kearifan local yang adiluhung, Kejawen menjadikan nilai-nilai impor yang dinilai berkualitas sebagai bahan baku yang dapat diramu dengan nilai kearifan local. Keuntungannya justru terjadi proses penyempurnaan seperangkat nilai dalam pandangan hidup Jawa atau Kejawen. Jika definisikan, mistik kejawen merupakan hasil dari interaksi nilai-nilai kearifan local yang terjadi sejak zaman kuno pada masa kebudayaan spiritual animisme, dinamisme, dan monotesime hingga saat ini. Sikap terbuka, menghargai dan toleransi, serta dasar spiritual cinta kasih sayang membuat Kejawen mudah menerima anasir asing yang positif. Berbeda dengan nilai agama yang bersifat statis, kaku atau saklek dan anti-perubahan, nilai-nilai dalam FALSAFAH HIDUP Jawa bersifat fleksibel dan selalu berusaha mengolah nilai-nilai kebudayaan asing yang masuk ke nusantara misalnya Budha, Hindu, Islam, Kristen, dan sebagainya. Yang terjadi bukanlah kebangkrutan nilai-nilai falsafah Jawa itu sendiri, sebaliknya justru mengalami penyempurnaan seiring perjalanan waktu. Hingga terdapat anekdor, kalau nilai agama masuk sampai mendarah- daging, pandangan hidup Jawa bahkan mbalung-sungsum sehingga tidak pernah lapuk dan selalu eksis. Tidak hanya pada usia tua, bahkan masyarakat usia muda banyak pula yang diam-diam menghayati dan mengakui fleksibilitas dan kedalaman falsafah Kejawen. Seperti kekuatan misterius, terkadang semangat penghayatan dirasakan tiba-tiba muncul dengan sendirinya seperti PANGGILAN JIWA.

3. Ritual, yang dilakukan oleh penghayat falsafah hidup Jawa. Walaupun latar belakang keagamaan masyarakat Jawa berbeda-beda, namun memiliki unsur kesamaan dalam tata laksana ritual Jawaisme. Bedanya hanyalah pada bahasa yang digunakan dalam doa atau mantra. Namun HAKEKAT dari ritual adalah sama saja yakni bertujuan untuk selamatan. Selamatan adalah tata laku untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Suci. Maka dalam ritual banyak terdapat ubo rampe, atau syarat-syarat SESAJI, di dalamnya banyak sekali mengandung maksud permohonan doa kepada Tuhan YME. Misalnya pada saat bulan Ruwah merupakan bulan arwah dilaksanakan acara selamatan nyadran. Bulan ruwah tepatnya satu bulan menjelang bulan puasa, hendaknya orang memuliakan para arwah leluhurnya, mendoakannya agar mendapat tempat yang mulia, luhur, dan suci. Dibuatlah ketan, kolak dan kue apem, berarti sedaya kalepatan nyuwun pangapunten. Mohon ampunan atas segala kesalahan semasa hidup. Apem berarti affuwwun, adalah lambang permohonan ampunan kepada Tuhan. Dilanjutkan acara nyekar atau ziarah dan gotong royong bersih-bersih serta merawat makam para leluhurnya sebagai wujud tindakan nyata rasa berbakti dan memuliakan pepundennya yakni para leluhurnya. Karena bagi masyarakat mistik Jawa, berbakti kepada orang tua, dilakukan tidak saja selama masih hidup, namun saat sudah meninggal dunia pun anak turun tetap harus berbakti padanya.sebagai lambang asal usul. Tidak ketinggalan pula acara bersih desa, sungai, hutan, sawah, ladang, sebagai bentuk kesadaran diri untuk selalu menghargai alam semesta sebagai anugrah terindah Tuhan yang Maha Pemurah.

4. Istilah ritual seringkali diartikan secara kurang proporsional, dianggap hanya sekedar menjadi basa-basi tradisi yang irasional. Kadang malah dianggap pula sebagai kegiatan buang-buang waktu, beaya dan tenaga alias mubazir. Secara ekstrim ritual dikonotasikan sebagai kegiatan yang melenceng dari kaidah atau norma agama. Tuduhan itu sangat menyakitkan, karena tentunya hanya terucap oleh orang-orang yang tidak mampu memahami apa makna yang sesungguhnya dari mistik dan ritual. Padahal, ritual adalah tata laku yang melekat tidak bisa dipisahkan dari setiap agama, ajaran, tradisi dan budaya manapun di dunia ini. Dalam Budhisme dan Hinduisme, Islam, Yahudi, Nasrani, Kong Huchu, Sakura, dan lain-lain, banyak sekali terdapat berbagai ritual keagamaan. Mulai dari peringatan hari besar keagamaan hingga berbentuk tradisi agama. Bahkan masyarakat modern, tradisi Barat, masyarakat akademik, masyakarat medik, semua memiliki ritual-rutual khusus yang dutujukan untuk meraih kesuksesan termasuk keselamatan. Dalam masyarakat Jawa ritual selamatan atau slametan menjadi main stream penghayatan perilaku MISTIK KEJAWEN. Di dalamnya terdapat simbol-simbol atau perlambang berupa sesaji, mantera, ubo rampe, syarat-syarat tertentu. Semua ubo rampe sesaji mengandung makna yang dalam. Adalah keliru besar mengartikan makna sesaji sebagai pakan setan. Bagi masyarakat Jawa sangat mengenal bahwa setan atau makhluk halus bukan untuk diberi makan, tetapi harus diperlakukan secara adil dan bijaksana karena disadari bahwa mereka semua adalah makhluk ciptaan Tuhan juga. Manusia lantas tidak boleh bersikap negatif dan destruktif dengan mentang-mentang, semena-mena, takabur, arogan atau sombong kepada MAHLUK HALUS. Karena sikap negatif itu hanya akan membuat manusia jatuh pada derajat yang hina. Itulah keluhuran pandangan hidup manusia yang sering dituduh sebagai masyarakat engan kesadaran primitif dan tidak masuk akal.
kejawen
Kejawen

5. Sesaji merupakan bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi baik secara vertikal maupun horisontal. Karena dasar dari mistik adalah tindakan nyata, sebagai konsekuensinya harus menghindari tabiat buruk tong kososng berbunyi nyaring, atau banyak mulut doang, tetapi enggan menghayati dalam perbuatan sehari-hari. Maka dalam berdoa pun tidak cukup diucapkan melalui mulut. Rasanya kurang afdhol atau kurang besar tekadnya dalam berdoa apabila tidak diwujudkan dalam berbagai simbol yang terdapat dalam sesaji. Misalnya; doa yang beragam hendaknya dilakukan secara tulus, suci, hati yang putih bersih tidak terpolusi nafsu duniawi, dan ditujukan hanya kepada Hyang Widhi atau Tuhan Yang Mahatunggal. Maka hal itu diwujudkan dalam bentuk tumpeng nasi putih berbentuk kerucut, besar di bawah, runcing di bagian atas. Bubur merah dan bubur putih dalam bancakan weton sebagai lambang ibu dan bapa. Hendaknya anak selalu ingat pada pengorbanan orang tua sejak ia di dalam kandungan ibu, lalu dilahirkan dan diasuh hingga dewasa dan mandiri. Bubur merah silang bubur putih, merupakan gambaran hubungan ibu dengan bapa diikat dengan tali cinta kasih yang tulus, sampai membuahkan anak sebagai anugrah buah cinta, dilambangkan dalam bubur baro-baro, yakni bubur putih ditumpangi parutan kelapa dan gula merah. Masih banyak lagi contoh yang dapat kita pelajari satu persatu maknanya secara esensial.Ilmu Kesaktian SejatiKesimpulan dari semua itu, Kejawen merupakan ilmu metafisika yang transenden dan bersifat terapan. Perilaku mistik merupakan upaya yang ditempuh manusia dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Mendekatkan diri, atau upaya manunggal jati diri dengan kehendak Tuhan (sumarah). Sikap sumarah merupakan wujud dari sikap manembah kepada Tuhan YME. Sikap manembah inilah yang menjadi pedoman utama dalam menghayati mistik Kejawen. Muara dari perjalanan spiritual pelaku mistik Kejawen, tidak lain untuk menemukan lautan rahmat Tuhan, berupa manunggaling kawula kalawan Gusti, atau sifat roroning atunggil (dwi tunggal). Eneng ening untuk masuk ke alam sunya ruri. Meraih nibbana menggapai nirvana, jalan wushul menuju wahdatul wujud. Dengan pencapaian pamoring kawula-Gusti, akan menciptakan ketenangan batin sekalipun menghadapai situasi dan kondisi yang sangat gawat. Karena antara manusia sebagai mahluk dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta terjadi titik temu yang HARMONIS. Batin manusia selalu tersambung dengan getaran energi Tuhan, menjadi dasar atas segala tindakan yang dilakukannya. Atau disitilahkan sebagai sesotya manjing embanan, ing batin amengku lair. Sesotya adalah ungkapan yang mengandikan Tuhan bagaikan permata yang tiada taranya. Permata yang menyatu ke dalam embanan. Embanan sebagai ungkapan dari jasad manusia. Tuhan yang bersemayam di dalam batin (immanen), melimputi seluruh yang ada being di dunia ini. Jika manusia berhasil manembah, otomatis ia akan menjadi manusia yang sekti mandraguna. Kesaktian sejati, bukan berasal dari usaha yang instan hanya dengan rapal wirid semalam suntuk, atau membeli dengan mahar. Namun kesaktian itu diperoleh seseorang apabila berhasil menghayati sesotya manjing embanan, ing batin amengku lair. Seseorang selalu manembah dalam setiap perbuatannya. Cirikhas orang yang kesaktiannya berkat manembah (kesaktian sejati/ilmu putih) apabila perilaku dan perbuatan sehari-harinya selalu sinergis dengan sifating Gusti; Welas tanpa alis (kebaikan tanpa pamrih jasad/nafsu/duniawi), tidak menyakiti hati, tidak mencelakai, dan merugikan orang lain. Dilakukan dalam kurun waktu lama, tidak angin-anginan atau plin-plan, dilakukan secara konsisten, teguh, dan penuh ketulusan serta kasih sayang tanpa pilih kasih

MENJADI LEBIH BAIK,PEDOMAN LUHUR DISATUKAN DENGAN AGAMA,SEHINGGA TIDAK TERJADI PERSIMPANGAN.
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo

Senin, 24 Februari 2014

SESAJI DAN SIHIR

SESAJI DAN SIHIR menurut wejangan Rekso jiwo
Sesaji untuk upacara adat maupun keagamaan merupakan simbol penyatuan diri dengan alam serta tuhan.
kesadaran tinggi dengan mempersembahkan apa yang dimiliki kepeda tuhan,berbagai bentuk ungkapan syukur,
tumbuhan,buah,bahkan hewan air tawar digunakan,otomatis akan timbul kesadaran untuk mengusahakan dan menjaga alam semesta
Namun banyak yang tidak menyadari bahwa simbol sesaji yang beraneka ragam ini merupakan ajaran keselarasan atau keseimbangan,antara manusianya dengan manusia,manusia dengan alam, dan manusia dengan tuhan.
karena sudah menjadi tradisi turun temurun akhirnya dipaksakan mengunakannya tanpa memahami maknanya padahal kondisinya dalam kesusahan
tuhan tidak menyukai hal yang berlebihan,terkecuali karena kefahaman dan keiklasan manusia itu sendiri.

contoh salah satu makna sesaji :
wewangian,bunga menyan atau dupa:dudu opo opo ning iso gawe opo opo mergane gandane kang biso gawe khusuke doa
( bukan apa apa tapi bisa buat apa apa karena wanginya membuat khusuknya doa)
kelapa cengkir (kencenge pikir)
tebu (antepe kalbu)atau kemantapan hati
daun kelapa/janur (sejatine nur gusti allah),dll
sebenarnya semua mempunyai makna mendalam dan baik

 
sesaji dan sihir
sesaji dan sihir

BAU KEMENYAN DISUKAI NABI

Sering kali kita jumpai pembakaran kemenyan di tempat-tempat tertentu (misalnya makam para wali). Dan juga sering dijumpai pada acara-acara tertentu (seperti doa sedekah bumi) yang dilakukan secara islami dengan menggunakan BAHASA ARAB.Bagi sebagian warga bau kemenyan d
harum ruangan, dan ada pula yang merasa terganggu dengan bau kemenyan. Bagaimanakah sebenarnya hukum menggunkan kemenyan? Baik dalam kehidupan sosial bermasyarakat maupun dalam urusan beribadah?

Mengharumkan ruangan dengan membakar kemenyan, dupa, mustiki, setinggi kayu gaharu yang mampu membawa ketenangan suasana adalah suatu hal yang baik. Karena hal ini itba’ dengan Rasulullah saw. beliau sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik minyak wangi, bunga-bungaan ataupun pembakaran dupa. Hal ini turun temurun diwariskan oleh beliau kepada sahabat dan tabi’in. Hingga sekarang banyak sekali penjual minyak wangi dan juga kayu gaharu, serta dupa-dupaan di sekitar MASJIDIL NABAWI dan Masjidil Haram.

Beberapa hadits menerangkan tindakan sahabat yang menunjukkan kegemaran mereka terhadap wangi-wangian hal ini ditunjukkan dengan hadits:

اذا جمرتم الميت فأوتروا

Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka
ganjilkanlah (HR. Ibnu Hibban dan Alhakim)

Addailami juga menerangkan

جمروا كفن الميت

Artinya: Ukuplah olehmu kafan maayit

Dan Ahmad juga meriwayatkan:

اذا اجمرتم الميت فاجمرواه ثلاثا

Artinya: Apabila kamu mengukup mayyit, maka ukuplah tiga kali

Bahkan beberapa sahabat berwasiat agar kain kafan mereka diukup

أوصى أبوسعيد وابن عمر وابن عباس رضي الله عنهم ان تجمر اكفنهم بالعود

Artinya: Abu Said, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas ra. Berwasiat agar kain-kain kafan mereka diukup dengan kayu gaharu

Bahkan Rasulullah saw. pernah bersabda

جنبوا مساجدكم صبيانكم وخصومتكم وحدودكم وشراءكم وبيعكم جمروها يوم جمعكم واجعلوا على ابوابها مطاهركم (رواه الطبرانى)

Artinya; Jauhkanlah masjid-masjid kamu dari anak-anak kamu, dari pertengkaran kamu, pendarahan kamu dan jual beli kamu. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci. (HR. Al-Thabrani).

Hadits-hadits di atas sebenarnya menunjukkan betapa wangi-wangian adalah sesuatu yang telah mentradisi di zaman Rasulullah saw dan juga para sahabat. Hanya saja media wangi-wangian itu bergeser bersamaan dengan perkembangan zaman dan teknlogi. Sehingga saat ini kita merasa aneh dengan wangi kemenyan dan dupa. Padahal keduanya merupakan pengharum ruangan andalan pada masanya.

Di satu sisi persinggungan dengan dunia pasar yang semakin bebas menyebabkan selera ‘wangi’ jadi bergeser. Yang harum dan yang wangi kini seolah hanya terdapat dalam parfum, bay fress dan fress room. Sedangkan bau kemenyan dan dupa malah diidentikkan dengan dunia klenik dan perdukunan.


Sihir merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama,tapi taukah sebenarnya sihir itu?

Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab
itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat
menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat(al-baqarah.102)

DEFINISI SIHIR
terdapat dalam saurat albaqoroh 102,yaitu mudharat dan tidak memberi manfaat.
MUDHARAT berarti membahayakan dan merugikan,sebagai contoh dapat menceraikan antara suami istri,dan ini merupakan salah satu dasar ilmu santet/tenung/teluh yang dapat melukai hati,melukai fisik bahkan membuat yang terkena meninggal dunia
dan tenung/teluh/teluh tidak akan dapat membahayakan dan merugikan kalau bukan kehendak ALLAH swt.


Marilah mendekatkan diri kepada Allah SWT  sehingga kita terhindar dari godaan dan gangguan SANTET atau teluh maupun tenung
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo

Senin, 24 Juni 2013

Perjalanan laku

Perjalanan Laku Ki Rekso jiwo saat  menjalani ngedan selama 45 hari,banyak yang menghina melihat keadaan seperti orang gila yang memakai baju kotor compang camping,rambut mengimbal karena telah lama tak dikeramasi,bahkan teman ataupun tetangga tak menyadari bahwa edan yang dilakukan adalah laku yang dijalani,karena memang tidak banyak orang yang diberi tahu niatnya dalam laku ngedan tersebut

.

              Perjalanan Laku spiritual yang menempa manusia menjadi semakin kuat jiwanya.proses merasakan hidup dari berbagai sudut pandang berbeda,langsung merasakan bukan hanya VISUALISASI PIKIRAN,totalitas dalam segalanya yang menyebabkan berhasilnya cita cita dan keinginan,disitulah letak energi yang luar biasa,yang dapat diaplikasikan untuk segala keperluan manusia.

              Perjalanan jiwa raga lahir batin selama empat puluh lima hari tanpa bekal tanpa baju ganti,
belajar IKLAS menjalani hidup tanpa beban,
bersahabat dengan keterbatasan yang membuat hidup bebas lepas tanpa batasan,
tersenyum manis diantara tatapan sinis
tertawa disaat hinaan menggema
menari diiringi nyanyian caci maki

solo,klaten,jogja,kulon progo,purworejo,wonosobo,temanggung,kendal,waleri,batang,pekalongan,tegal,brebes,cirebon mengawali perjalanan
cirebon,brebes,tegal,pekalongan,batang,waleri,semarang,demak,kudus,pati,rembang,lasem,tuban,lamongan,gresikn,surabaya,jembatan sura madu perjalanan ujung timur
kembali kebarat surabaya,sidoarjo,mojokerto,jombang,nganjuk,madiun,ponorogo,pacitan,wonogiri,sukoharjo,solo

        Bukan hanya itu saja untuk memperoleh kemampuan spiritual para spiritualis diharuskan untuk menjalani laku 3 JENIS LAKU yaitu hanya minum selama sepuluh hari yang menyimbolkan manusia di ALAM KANDUNGAN selama 9 bulan 10 hari yang hanya makan sari sari makanan dari ibunya yang berwujut cair

        yang kedua adalah ngedan selama 45 hari yang bila digabungkan 4dan 5 menunjukan angka 9 yang berarti sempurna,laku ngedan ini menjadi simbol bahwa manusia harus menjalani kehidupan selayaknya orang gila atau fokus,pepatah jawa mengatakan jamane jaman edan yen ra ngedan ra keduman/jamannya jaman edan kalau tidak ngedan/fokus tidak kebagian

        yang ketiga adalah pati geni yang menyimbolkan ALAM KEMATIAN,sehingga manusia nantinya mampu melangkah dialam kematian atau kembali kepada sang pencipta

        itulah ajaran laku KEJAWEN yang rinci sehingga manusia menjadi manusia sempurna pada kodratnya,hidup,lahir dan mati

secara detail laku hidup manusia diatur secara rinci sebagai perjalanan hidup yang harus dilalui dengan kedisiplinan diri untuk mencapai pribadi yang sempurna dalam iman dan taqwa kepada sang maha pencipta dan kesadaran tinggi kepada manusia dan alam sekitar ciptaanNya


nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo

Selasa, 07 Mei 2013

Warok ponorogo

Warok Ponorogo Menurut kisah cerita Ki Rekso Jiwo merupakan anak didik atau murid Ki ageng Kutu yang mana diajarkan ilmu kanuragan,kekebalan dan kasampurnan dan hendak memberontak pada majapahit,yang mana raja majapahit yang sikapnya seperti singa barong atau raja hutan yang kejam menindas rakyat namun mudah diatur atau kalah oleh permaisurinya yang disimbulkan dengan burung merak yang cantik menarik,
Karena menyadari bahwa pasukan atau muridnya kalah jauh dengan pasukan kerajaan majapahit sehingga Ki Ageng kutu mendapat ilham untuk menyusun kekuatan dan berpolitik dengan kesenian reog yang mana menunjukan sifat raja dan ratu yang digambarkan dalam dadak merak.

Sindiran tersebut mengena hingga perguruan Ki Ageng Kutu diserang dan akhirnya meninggalkan perguruan,namun tetap berlatih secara sembunyi sembunyi,melihat kondisi tersebut,Raden patah atau raja demak bintoro mengutus adiknya lembu kanigoro atau Bathoro katong untuk menyebarkan ajaran islam diPonorogo,agar Ponorogo menjadi aman damai seperti sedia kala karena ajaran Ki Ageng Kutu yang penuh emosi,walaupun sesungguhnya ajaran beliau baik namun karena emosi dalam mengajarkannya kepada murid muridnya sehingga banyak ajaran yang disalah artikan
warok ponorogo
Warok Ponorogo

Pada saat memulai mengajarkan agama islam disana sering kali berurusan dengan murid bahkan Ki Ageng Kutu,sehingga terjadi pertarungan yang hebat karena keduanya memiliki ilmu kesaktian yang luar biasa,sehingga seimbang setiap kali bertarung.
namun putri Ki ageng kutu menyukai ajaran Bathoro karang yang menyejukan kalbu,sehingga menjadi muridnya dan jatuh cinta kepadanya,karena niatan baik ayahnya untuk mengembalikan kejayaan maja pahit dikotori oleh anak buahnya,sehingga lebih menyukai ajaran yang lurus bathoro katong sehingga dimanfaatkan untuk mengetahui pusaka andalan Ki ageng Kutu dan jika bisa mengambilkannya akan dijadikan permaisuri,dan akhirnya pusaka kyai koro welang berpindah tangan ke Bathoro karang yang mana Ki ageng kutu dapat dikalahkan dan hilang entah dimana

Karena rakyat Ponorogo masa itu sangat mempercayai dewa dewa maka Lembu kanigoro mengaku sebagai dewa atau Bathoro,dan mengatakan Ki ageng kutu telah muksa dan kekuasaan didaerah ini diberikan padanya dan putri Ki Ageng kutu yang bernama Niken gandini diperistri dan menjadi permaisuri.
selanjutnya Bathoro katong menjadi Adipati Ponorogo yang pertama,ajaran ajaran yang salah diluruskan dan kesenian reog ponorogo dihilangkan dari nilai nilai pemberontakan,dan dengan ajaran islam mengajarkan menjadi warok ponorogo yang benar,karena dalam kata warok maupun ponorogo memiliki filosofi yang mendalam untuk mengenal jati diri yang akhirnya mengenal tuhan,karena ada hadis yang mengatakan kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal tuhanmu
Dan banyak pesantren yang mengajarkan tentang agama islam dan menyebar hingga daerah Pacitan
Warok ponorogo
Warok ponorogo

Warok Ponorogo berasal dari kata WAsilahe Roso Kun soko PONO ing ROGO yang berarti jalan rasa ketuhanan karena tahu dan faham akan raga secara menyeluruh,sehingga warok merupakan julukan atau sebutan seseorang yang mumpuni secara lahir batin dalam mengembleng ilmu sejati manunggaling kawula gusti
secara otomatis memiliki kelebihan ilmu kesaktian yang mumpuni,karena secara fisik dan energi supranatural atau gaib terlatih luar dalam
dan hingga saat ini baik kesenian reog maupun warok ponorogo masih diakui kehebatannya yang menjadi warisan budaya dan spiritual supranatural  dari jawa timur

Dan hingga saat ini untuk menjadi warok atau kesenian reog tentunya harus belajar sampai kenegri asal reog dan warok itu sendiri yaitu ponorogo,sehingga pakem dalam kesenian dan budaya sesuai aslinya yang telah diluruskan oleh Adipati bathoro katong,sebagai menantu maupun ipar dari warok Suro manggolo
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo

Kamis, 24 Januari 2013

Alas Donoloyo

Alas Donoloyo dan seluk beluknya menurut Ki Rekso Jiwo,terletak didaerah slogohimo wilayah kabupaten wonogiri yang sampai saat ini masih dikenal angker dan penuh dengan kekuatan mistis.banyak sekali pohon jati yang usianya ratusan tahun terlihat dari ukurannya yang sangat besar.
Kayu jati yang hanya diperuntukan untuk pembangunan Kraton kasunanan surakarta,dan tidak sembarangan orang bisa menebang pohon di Alas Donoloyo,karena keangkeran dan keramatnya hutan jati tersebut,ada yang menceritakan bahwa rumah yang secara sengaja maupun tidak terdapat kayu jati dari Alas Donoloyo,rumahnya menjadi angker,penghuninya akan sering ditemui mahluk halus bahkan kondisi rumah akan menjadi panas,sehingga rumah tangga berantakan dan mengalami sakit sakitan
alas donoloyo
Alas donoloyo

Sangking angkernya Alas Donoloyo,setiap pohon jati dihuni mahluk gaib dan sebagai penanda diberi nama nama sesuai dengan khodam gaib yang menunggu pohon jati tersebut
sehingga sebelum kraton solo membutuhkan kayu dari hutan ini dilakukan semedi untuk memperoleh petunjuk agar energi atau khodam gaib yang menunggu pohon jati tersebut nantinya sesuai dengan fungsi bangunan yang dibutuhkan.
sehingga efek positif dikraton kasunanan surakarta semakin baik dan tidak ada efek negatif yang menganggu pembangunan atau pemugaran bangunan kraton

Memang orang jawa tidak gegabah dalam mengambil sikap atau melangkah apalagi berurusan dengan khodam gaib yang terkenal kuat,karena donoloyo berasal dari kata dono yang artinya harta dan loyo adalah mati,bisa diartikan harta orang mati atau harta yang jika tidak berhati hati bisa berakibat kematian karena khodam gaib yang menghuni tidak terima,menurut cerita alas donoloyo merupakan warisan jaman majapahit atau bahkan jauh sebelumnya,yang mana jaman dahulu pulau jawa sebelah selatan adalah hutan belantara,sehingga wilayah jawa selatan banyak ditemukan fosil kayu jati yang besar besar
Pernah yang mencoba mengambil batang kayu Alas Donoloyo setelah diupacarai dan ditebang oleh pihak Kraton,berharap bisa digunakan sebagai tongkat nantinya,namun setelah dimasukkan dalam mobil,mobil tidak bisa distarter atau dijalankan hingga berjam jam,dicek mesin maupun aki normal namun tidak dapat dinyalakan mesinnya,hingga ada abdi dalem yang mengingatkan apakah didalam mobil ada kayu atau ranting kecil dari kayu jati dari Alas Donoloyo ini.dengan malu akhirnya kayu yang hendak dibawa pulang dan diukir sebagai tongkat tidak jadi dibawa pulang dan dikembalikan keluar,kemudian mobil dapat dinyalakan mesinnya dan pulang dengan selamat

Alas donoloyo
Alas Donoloyo

Memang susah dilogika jika hanya kayu saja membuat mobil tidak dapat berjalan,namun begitulah adanya,bahwa khodam gaib itu ada dan memiliki aturan sendiri yang jika dilanggar akan berdampak tidak baik bahkan mampu mencelakakan orang yang melanggarnya

Ditengah hutan atau Alas donoloyo terdapat punden atau pedanyangan yang letaknya dipinggir sungai,yang konon cerita jika kraton Kasunanan solo membutuhkan bahan kayu dari alas donoloyo ini hanya dihanyutkan disungai ini dan secara ajaib dapat sampai dibengawan solo dekat dengan lokasi Kraton,
menurut cerita orang orang tua jika kayu donoloyo hanyut dan minggir disuatu tempat akan dikelilingi batu batu yang merupakan tanda bahwa kayu jati dari Alas donoloyo dikawal atau diantarkan gaib dan dipagari oleh batu agar tidak diambil oleh orang yang tidak berkepentingan dan masyarakat mengetahuinya dan tidak mengambilnya,karena memiliki efek yang berbahaya

nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo