Bengawan solo Ditahun 1997,Ki rekso jiwo muda yang masih duduk dibangku
STM WARGA SURAKARTA,waktu itu teman teman seperguruannya tidak merasa puas dengan latihan yang diadakan perguruan yang hanya sekali setiap malam jumat,dan entah siapa yang memulai,sehingga semua kompak uintuk latihan bersama ditempat ki rekso,yang berada dipinggir sungai
BENGAWAN SOLO
 |
| bengawan solo |
Padahal ki rekso sendiri masih merasa belum bisa apa apa
karena tergolong masih setahun dalam belajar
TENAGA DALAM diperguruan,namun rekan rekan merasa nyaman jika yang melatih ki rekso
jiwo,berawal dari latian beberapa orang,akhirnya banyak yang penasaran
melihat dan banyak yang tertarik untuk ikut latihan bersama
Setiap latihan anggota semakin banyak yang akhirnya
membuat orang orang yang dituakan dikampung menjadi iri,dan ada yang
mengatakan bahwa "jika ki rekso jiwo benar benar bisa,maka dia pasti
berani kungkum sendirian ditengah sungai bengawan"
memang kata kata
itu tidak sampai langsung ketelinga,namun ada yang memberitahukan,dalam
hati ki rekso bertanya pada diri apakah mampu,namun seakan kata kata itu
dirasakan sangat pedas dan menjadikan
CAMBUK SEMANGAT dihati
Setelah mendengar hal itu,jam sebelas malam tanpa menunda ki
rekso mencoba untuk memberanikan diri menyusuri jalan sepi ditepi
bengawan,dibawah rimbunnya rumpun bambu,suara suara
BINATANG MALAM menambah berdebarnya jantung,angin kencang meniup pepohonan dan suasana
gelap membuat bulu kuduk merinding dengan terpaksa akhirnya dilalui
walau hati diliputi ketakutan yang mendalam
Rasa takut yang tertahan cukup lama menjadikan suasana
berangsur angsur menjadi nyaman,hingga akhirnya tibalah di batu padas
sungai,karena musim masih
KEMARAU maka batu cadaspun banyak
kelihatan,dan pada saat itu pas suasana terang bulan.
setelah suasana
nyaman kemudian ki rekso jiwo mulai menanggalkan semua pakaian satu
persatu hingga tanpa selembar bajupun menempel ditubuhnya,kemudian
melangkahkan kaki ketengah sungai bengawan untuk berendam.
Hari pertama ternyata sukses dilalui dengan nyaman berendam
dibawah sinaran rembulan yang membawa kenyamanan dan ketentraman
jiwa,dan setelah dirasa cukup kira kira satu jam berendam dan
bermeditasi kemudian ki rekso mengakhiri ritual berendamnya ditengah
sungai bengawan sendiri.
setelah mengenakan semua pakaiannya kemudian pulang dengan rasa yang
LUAR BIASA.
Setelah malam itu,ki rekso sangatlah antusias dalam MEDITASI diair sendiri ditengah sungai,dalam hatinya ternyata tak ada sesuatu
yang menakutkan seperti yang dibayangkan,namun berbeda dengan hari hari
sebelumnya,perjalanan dalam gelap merupakan hal biasa,kemudian disaat
khusuk khusuknya bersemedi atau meditasi datanglah
PENAMPAKAN dua
pasang telapak kaki dari sebrang arah kanan atau sebelah barat sungai
Sepasang telapak kaki yang lebarnya dua meter dan panjangnya
empat meter,perlahan turun kesungai hendak menghampiri ki rekso,perlahan
visualisasi,suara dan getaran goncangan bumi begitu amat terasa.dalam
hati ki rekso tau bahwa kaki itu akan melumat menginjak dirinya,terdiam
ada rasa takut,ada rasa penasaran,ada rasa kebimbangan kebingungan.
Namun timbullah
KESADARAN DALAM,dan bersuara dalam jiwa
"Aku diam pasti mati,dan bila aku berlari aku juga akan mati,apa lagi
bila aku teriak,menunjukan bahwa aku penakut dan akan ditertawakan
banyak orang" kemudian " mati sekarang atau besok adalah sama,aku terima
jika ini takdirku"
hal yang luar biasa yang membuat jiwa bangkit dalam kepasrahan
raga,sejengkal saat kaki raksasa hendak menginjak kepala.berubah menjadi
ENERGI LISTRIK yang menyengat seluruh tubuh dengan sangat kuatnya.
Sungguh pengalaman pertama yang luar biasa rasanya dan tak
akan pernah terlupakan rasanya, sejenak setelah semua rasa nyaman,semedi
atau meditasipun diakhiri dengan ucapan puji syukur kehadirat Tuhan
yang maha kuasa
nomer whatshap 089666616661 Ki Rekso Jiwo